Sebuah Jurnal

Hotel Kimberley Georgetown



Sampai juga di coba- coba hotel di Penang yang terakhir. Kimberley Hotel merupakan hotel ketiga yang kami coba sebelum balik ke Medan. Lokasinya ada di Jalan Sungai Ujong, berdekatan dengan Apollo Inn. Sengaja sebelum pulang pilih hotel di area Komtar biar nggak rempong pas mau ke bandara naik Rapid.

Travelodge Hotel Georgetown


Memilih penginapan terkadang menjadi salah satu kegiatan yang memakan waktu. Maunya kamarnya oke, lokasi strategis, banyak direkomendasikan orang, dan kalau bisa jangan kemahalan. Nah ini yang susah dicari. Banyak maunya. Ha ha.

Di Penang sendiri ada beberapa hotel di daeah Macalister yang cukup strategis – jika tujuan ke Penangnya bukan untuk keperluan medis. Salah satu yang kami coba adalah Travelodge Hotel. Bagi teman- teman yang sering ke Penang namun kurang familier, Travelodge ini sebelumnya bernama Glow Hotel.

The Habitat Penang Hill


Penang Hill selalu masuk dalam daftar yang harus dikunjungi bagi sebagian turis. Menikmati keindahan kota Penang dari ketinggian, menaiki Kereta Bukit Bendera yang selalu di-upgrade sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman ini, menjadi daya tarik tersendiri. Namun kami punya rencana lain setelah tiba di Bukit Bendera: The Habitat.

Area masuk
The Habitat termasuk spot baru yang ada di Bukit Bendera. Tiket masuk bisa dibeli langsung ataupun melalui aplikasi. Harga tiketnya sendiri ada dua jenis, tergantung jam masuknya. Untuk jam masuk sebelum jam enam sore (Standard Walk), pengunjung dikenakan tari RM50. Waktu itu kami beli dari Traveloka dapetnya di 120ribu-an. Jauh lebih murah dan tiketnya bisa digunakan langsung. FYI, setiap beli tiket dari aplikasi, pastikan untuk selalu cek ketentuan penggunaan tiket ya, karena setiap tiket yang berbeda tempatnya memiliki ketentuan yang berbeda. Ada yang tiketnya harus dicetak ataupun harus menunggu 1x24jam dulu baru bisa dipakai.

Apollo Inn - Georgetown, Penang


Apollo Inn merupakan hotel pertama dari tiga hotel yang akan kami coba. Jadi saya review Apollo dulu ya. Berlokasi di Jalan Sungai Ujong, hotel ini dekat dengan Komtar. Jalan kaki tiga menit sampai. Lokasinya juga tidak sulit ditemukan karena satu jalan dengan Kimberley Hotel yang bisa terlihat dari pintu masuk samping Prangin Mall.

Sudah sore sewaktu kami tiba di Apollo. Resepsionis yang ramah membantu kami menyelesaikan proses check in dengan cepat dan kami pun bisa segera masuk ke kamar. Ada lift jadi tidak perlu khawatir. Kami memesan kamar untuk tiga orang. Dapatnya di harga 400ribu-an waktu pesan. Tidak perlu khawatir jika kamu solo, ada dorm dengan harga mulai dari 150ribu-an.

Diamond Plaza Hotel Hatyai


Salah satu alasan memilih menginap di hotel ini adalah karena lokasinya yang strategis (gampang cari makan, van juga bisa drop off dan pick up di sini) selain daripada saya ngikut rekomendasi saja. Dengan budget di bawah lima ratus ribu per malam, sudah dapat kamar nyaman dan bersih. Tapi kalau mau cari yang instagrammable, kurang cocok ya di sini.

Kamarnya tidak bisa dibilang nggak update walaupun tidak bisa dibilang jadul. Untuk perlengkapan mandinya ada sabun batangan dan shampoo bungkusan. Tidak ada shower cap dan dental kit. Sandal hotel tidak tersedia tetapi ada laundry bag dan sanitary bag.

[3/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

7. Samila Beach
Ngantre yang mau foto bareng mermaid di Samila. Ikonnya nih...
Ini dia pantai paling hits se-Hat Yai. Dengan patung putri duyung yang ikonik, tempat ini selalu ramai pengunjung. Kami tidak lama di sini, hanya setengah jam-an. Area pantainya bersih dan banyak orang berjualan di sini, baik makanan ataupun suvenir.

setiap spot cocok dijadikan area foto.
Saya sendiri sangat menyukai gantungan kerang yang  dijual dan membeli untuk digantung di rumah. Harganya mulai dari THB20 hingga THB350. So cute!

[2/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

4. The Great Serpent 'Nag'

The Great Serpent 'Nag'
Jika Singapura punya Merlion, maka Songkhla punya Nag. Nag merupakan makhluk laut berwujud naga yang sangat dihormati oleh warga Songkhla. Air yang disemburkan oleh Nag dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran, menyucikan segala cela yang berdampak pada keseimbangan hidup manusia. 


Naik feri dulu
Untuk sampai ke tempat ini bisa full lewat jalan darat ataupun naik feri. Uncle membawa kami naik feri, walau hanya sebentar saja karena tak jauh. Agar kami bisa mencoba hal baru dan menghirup udara segar, begitu kata uncle. Kami juga bertemu dengan gadis kecil penjual mangga muda yang gigih.

[1/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

Kami dibawa berkeliling oleh P Boon (dilafalkan Pi Bun). Karena di itinerary saya tidak begitu banyak tempat, uncle merekomendasikan daftar tempat yang bisa kami pilih. Mulai dari sarapan hingga tempat pemberhentian kami yang terakhir, total ada sepuluh tempat yang kami kunjungi pada hari itu. Wow! Ke mana saja?

  1. Dimsum in Garden
           


Dari namanya, tempat ini belum pernah saya dengar sebelumnya, baik dari orangtua saya ataupun rekomendasi beberapa traveller lainnya. Dan memang yang makan di sini warga lokal semua dan ramai banget. Dimsumnya bervariasi, tinggal pilih mau yang mana. Tersedia juga menu berat, hanya saja kami memilih menu dimsum semua. Sambil makan, uncle mulai bertanya pada kami rencana perjalanan kami pada hari itu, diselingi dengan cerita pengalaman  uncle dan sisipan pelajaran kosakata dalam bahasa Thai. Seru!



Aktivitas sarapan ini opsional ya, teman- teman. Sehari sebelum menjemput kami, uncle sudah bertanya apakah kami mau dijemput untuk sekalian sarapan atau mau setelah kami sarapan.

Super Recommended Tuktuk Rental: P Boon – Service from Heart

Jalan ke satu tempat yang berbeda bahasa dan tidak ada transportasi umumnya menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para traveller. Nggak ketemu moda transportasi yang pas, akhirnya pos pengeluaran membengkak di bagian transportasi.

Di Hat Yai sendiri belum terlihat adanya bus umum. Baik warga ataupun turis masih banyak menggunakan jasa Tuktuk sebagai transportasi mereka sehari- hari. Dengar dari pengalaman, katanya bisa dapat harga mahal kalau nggak jago nawar. Lalu mulailah saya mencari tahu dan ketemu beberapa postingan yang merekomendasi P Boon.

[Transportasi] Dari Penang ke Hat Yai


Hat Yai merupakan kota di Thailand Selatan di provinsi Songkhla. Dari Penang ke Hat Yai memerlukan waktu kurang lebih empat jam menggunakan van.  Pada liburan kemarin, saya, Mama, dan adik saya berkesempatan untuk jalan jalan ke Hat Yai. Dengan waktu tiba yang sudah menunjukkan hampir pukul satu siang di Penang, kami langsung memesan Grab menuju Prangin Mall karena bus yang ngetem sedang tidak beroperasi.

Mengapa Prangin Mall? Karena di deretan pintu masuk sampingnya berjejer agen perjalanan yang menjual tiket bus, van, dan feri. Langganan keluarga saya di A.G. Express. Setelah tiba di Penang, kami menelepon ke A.G. untuk memesan tiket van ke Hat Yai. Sayangnya tidak bisa. Auntie bilang harus on the spot baru sah. Jadi tidak bisa pesan via telepon. Datang duluan, dapat tiket duluan.

kantor A.G. Express di Prangin Mall
Sesampainya di A.G., kami langsung beli tiga tiket, pulang pergi. Penang ke Hat Yai harganya RM35,00 dan dari Hat Yai ke Penang harganya RM40,00 total yang kami bayar RM75,00 per orang. Oh ya, siapkan juga uang pecahan senilai THB20 (atau RM3,00) per orang yang akan ditagih oleh driver.

Joglosemar : Dari Kota Gudeg ke Kota Lumpia



Mari berpindah ke kota lain di Jawa Tengah. Saat memikirkan detinasi liburan Natal yang hendak dituju, Semarang masuk ke dalam daftar. Entah mengapa, rasanya ingin saja. Maka, dari Jogja, kami memutuskan untuk bertolak ke Semarang. Dari hasil pencarian, Joglosemar paling direkomendasikan. Plus armadanya yang banyak dan rutenya yang banyak juga.

Aplikasi Joglosemar yang bisa teman- teman download
Beberapa kota keberangkatan Joglosemar

TransJogja ke Prambanan


Setelah dikecewakan oleh salah satu jasa penyewaan mobil di Jogja, janjinya bakal diantarkan ke bandara mobilnya. Saya konfirmasi seminggu sebelum keberangkatan, karena dari awal sudah was- was, kenapa pas saya mau DP, admin bilang tidak apa- apa, H-4 saja. Dan ternyata benarlah, saya WA dan telepon tetapi masih tidak mendapat respon. Pada akhirnya, pihak rental mobil itu benar- benar mengecewakan kami. Ya sudahlah.

Stephouse Jogja : BnB Rasa Rumah Sendiri

Hola! Selamat Tahun Baru bagi kita semua. Senang sekali 2018 lalu menjadi tahun yang menyenangkan bagi gelembungcerita. Banyak tempat baru, cerita baru, dan teman baru. Semoga 2019 ini gelembungcerita bisa lebih baik lagi. Amin. Liburan terakhir di 2018 juga menyisakan ceritanya sendiri. Salah satunya adalah itinerary yang lari kemana- mana. Sedih sebenarna, tapi ya sudahlah. Let's just have fun!

Rencana menghabiskan liburan anti cuti dimulai lagi. Kali ini mainnya ke Semarang. Singgah dulu ke Yogyakarta satu malam karena si kawan mau nonton Raminten  Cabaret Show (terakhir pada ngga jadi semua). Setelah THR cair, di saat orang sibuk belanja, saya sibuk belanja juga, belanja tiket pesawat.

This is Stephouse 
Tiket pesawat aman. Saatnya cari tempat buat nginap. Setelah browsing ke sana kemari, kami memilih menginap di Stephouse. Dilihat dari review dan foto- fotonya sih oke ya. Teman- teman bisa pesan melalui AirBnB ataupun kalau yang tidak punya kartu kredit, bisa juga dengan pesan dilanjutkan dengan pembayaran manual dari luar aplikasi AirBnB.