Sebuah Jurnal

Review K-drama : Hotel King

Hai- hai. Sudah lama sekali blog yang ini tidak di-update. Dua tahun lebih. Hoaah.. Kalau blog ini adalah rumah, pasti debunya sudah tebal sekali. Hari itu sempat ngepost cerita singkat untuk ikut GA. Itulah postingan pertama setelah dua tahun hibernasi.
Oke, daripada blog ini kosong, saya isi saja ya dengan review mengenai drama- drama yang saya tonton, karena belakangan saya sedang hobi nonton drama selain baca novel. Kalau reviewnya agak kacau, harap dimaklumi ya. He he..
So, drama yang jadi bahan review adalah drama dari Korea berjudul Hotel King. Ini dia….
Judul                        : Hotel King
Jumlah episode       : 32
Stasiun TV               : MBC
Pemain :
Lee Dong Wook sebagai Cha Jae Wan
Lee Da Hae sebagai Ah Mo Ne
Im Seulong sebagai Sun Woo Hyun
Wang Ji Hye sebagai Song Chae Kyung
Lee Deok Hwa sebagai Lee Jong Goo
Kim Hae Sook sebagai Baek Mi Nyeo
dan pemain pendukung lainnya.
Review :
Drama dibuka dengan adegan dua bocah pengemis yang tengah mengemis di tengah dinginnya malam di Amerika. Dua anak itu adalah Jayden dan Ju Han. Tapi hasil yang mereka dapat jauh lebih sedikit dari yang diharapkan. Karena penghasilan mereka yang sedikit, mereka dihukum oleh sekumpulan preman yang mengambil keuntungan dari mereka. Ju Han dipukuli habis- habisan *tega bener yaa *

Jayden yang melihat adiknya dipukul berusaha melawan. Namun ia malah diseret oleh bos (ketua preman) dan berakhir dengan suara tembakan. Bukan Jayden yang tertembak melainkan si bos.

Kemudian datanglah Lee Jong Goo yang bertindak seolah- olah ia adalah penyelamat Jayden. Ia memberitahukan bahwa Ju Han telah diadopsi oleh keluarga baik- baik dan ia membawa Jayden bersamanya.

Cerita beralih ke masa dua puluh tahun kemudian. Sebuah hotel mewah bernama CIEL dikelola oleh GM (general manager) mereka yang tegas dan disiplin yang bernama Cha Jae Wan. Dibalik sikap dingin dan profesionalnya, Jae Wan ternyata memiliki tujuan. Ia masuk ke CIEL untuk mendekati Ah Sung Won (diperankan oleh Choi Sang Hoon), sang pemilik hotel.

Oleh Lee Jong Goo, Jae Wan diberitahu bahwa Ah Sung Won adalah ayahnya. Ia pun menunggu saat yang tepat dan memberitahu kepada Ah Sung Won bahwa ia adalah anaknya. Setelah diberitahu oleh Jae Wan, Ah Sung Won tidak percaya. Ia berkata bahwa Jae Wan bukanlah anaknya.

Jae Wan tentu saja marah dan kecewa. Tapi ia akan meyakinkan Ah Sung Won. Sayangnya, kesempatan itu hilang karena tak lama kemudian, Ah Sung Won jatuh dari kantornya. Jae Wan berpikir bahwa sebegitu tidak diinginkankah dirinya hingga Ah Sung Won lebih memilih bunuh diri.

Setelah kematian Ah Sung Won, putri semata wayangnya, Ah Mo Ne, kembali ke Korea. Tingkah Mo Ne sangat menggemaskan. Setibanya di hotel, ia tidak mau turun kalau tidak dibentangkan karpet merah. Pegawai hotel terpaksa menuruti keinginannya. Di belakang Mo Ne, para pegawai hotel menggosipkan dirinya dan menyebutnya JS alias  Jin Sang (pengganggu atau pembuat masalah).

Kembalinya Mo Ne bukan tanpa alasan. Ia ingin mengungkapkan bahwa ayahnya tidak bunuh diri. Ia pun mulai terjun langsung ke bidang yang – padahal – tidak ia kuasai.

Perjalanan Mo Ne tidak mudah. Banyak kenyataan- kenyataan menyakitkan yang ia temukan. Kebanyakan di antaranya ialah pengkhianatan dan ketidakjujuran. Manajer Bae sudah berpesan padanya untuk tidak percaya pada siapapun. Namanya Mo Ne, ia adalah wanita polos yang tidak mengerti ucapan Manajer Bae.

Saat direksi dan petinggi hotel berusaha menjatuhkan Mo Ne, pegawai bernama Sun Woo Hyun tetap setia pada Mo Ne. Ia jatuh cinta pada Mo Ne dan selalu membantu Mo Ne. Namun Mo Ne malah jatuh cinta pada Jae Wan, pria yang belakangan ia ketahui mempunyai andil dalam kematian ayahnya. Sekeras apa pun Mo Ne mencoba, ia tetap tidak bisa membenci Jae Wan.

Jae Wan juga mencintai Mo Ne, tetapi mengapa bisa? Padahal Mo Ne adiknya. Dan setelah kenyataan terungkap bahwa Jae Wan bukanlah putra Ah Sung Won, ia baru berani menerima cinta Mo Ne.

Kisah cinta mereka pasang surut. Kebenaran demi kebenaran yang perlahan terungkap membuat keduanya sering terlibat kesalahpahaman. Apalagi Song Chae Kyung, pemilik restoran di CIEL, yang naksir berat sama Jae Wan mempunyai saham yang cukup besar sehingga baik Mo Ne ataupun Jae Wan sering meminta bantuannya dan Chae Kyung awalnya memanfaatkan permohonan mereka untuk kepentingannya, yaitu mendapatkan Jae Wan.

Mo Ne harus mempertahankan hotel almarhum ayahnya. Tantangan yang Mo Ne hadapi telah membentuknya menjadi wanita yang kuat dan tidak kekanakkan lagi. Meski sudah berhasil digulingkan dari jabatannya sebagai Ketua, ia rela menjadi pembantu hotel agar bisa tetap mengawasi CIEL.

Kenyataan apa lagi yang akan terungkap? Perjuangan mereka masih panjang dan penuh kejutan. Sanggupkah Mo Ne dan Jae Wan mempertahankah CIEL? Ataukah CIEL akan hancur? Ikuti kisah serunya di Hotel King.

Lee Da Hae duet lagi dengan Lee Dong Wook setelah drama mereka yang berjudul My Girl. Dan setelah nonton drama itu juga saya belum pernah lagi nonton drama yang dibintangi oleh Lee Da Hae ataupun Lee Dong Wook. Jadilah nonton Hotel King ini serasa nostalgia.

Da Hae eonnie yang semakin cantik dan keren membuat saya sempat tidak mengenali dia di awal episode saat ia mengendap- ngendap kembali ke Korea. Dong Wook oppa juga kurusan ya. Tapi keduanya tetep kece dan klop jika disandingkan. Mo Ne yang ceria dan hangat dengan Jae Wan yang dihantui masa lalu yang membuat hidupnya suram dan dingin. So sweet deh ini drama.

Drama ini ramai sekali. Banyak tokoh yang bermunculan, baik yang berpengaruh ke cerita selanjutnya ataupun sekadar pelengkap cerita. Namun semuanya mendapat porsi yang pas (menurut saya).

Menonton drama ini, meski kadang bisa sedikiiit bosan karena kepanjangan (saya belum pernah nonton drama yang panjang- panjang, biasanya hanya berkisar antara 16-20 episode), tapi saya suka drama ini. Setelah selesai menonton pun masih bisa terbayang- bayang. Apalagi tingkah Mo Ne yang menggemaskan. Kalau saya jadi Jae Wan, sedingin apapun, rasanya sulit untuk tidak jatuh cinta pada Mo Ne.

Sedangkan tokoh yang bikin tensi naik kalau lagi nonton adalah Lee Jong Goo. Saya rasa teman- teman yang sudah menonton juga sependapat. Pengen rasanya forward bagian yang ada Lee Jong Goo.

Overall, dengan episode yang cukup panjang, konflik drama ini berhasil dibangun dengan baik. Cukup berat (tapi tidak terlalu serius, ini istilah saya untuk drama- drama yang isinya action dan thriller) tetapi tidak sampai membuat bingung saya yang nonton. Cocoklah untuk saya penggemar drama romance. 4/5 untuk Hotel King. Selamat menonton J


N.B         : foto- foto di atas saya dapat dari hasil browsing di google.com

(ada yang sumbernya dari soompi.com, allkpop.com, crushonleedahae.wordpress.com, dramatrailers.com, leejin8.wordpress.com, saryre.blogspot.com)

Hujan di Sepanjang Penantian Cinta

“Sampai kapan kalian akan hidup seperti ini, Bram?”
Bram menggelengkan kepalanya, lalu menjawab lirih, “aku tidak tahu, Ma. Aku akan menunggu.”
Bram lalu membalikkan tubuhnya, kembali memerhatikan istrinya, Raina. Wanita itu  tengah duduk di perbatasan teras, larut bersama rintik hujan yang turun. Raina selalu seperti itu saat hujan turun.
Bram tahu alasannya. Raina menunggu Awan, mantan kekasih sekaligus sahabat Bram, yang telah pergi mendahului mereka. Awan meninggal dalam kecelakaan saat hendak datang ke rumah Raina. Kala itu hujan turun sangat lebat sehingga jarak pandang berkurang. Sejak itu hidup Raina tidak pernah lagi sama.
Yang membuat Bram bertahan adalah cintanya pada Raina sekaligus pesan terakhir sahabatnya. Sebelum kecelakaan itu terjadi, Awan berpesan pada Bram. “Titip Raina, ya.”
Setelahnya, Awan hanya tersenyum dan tidak berkata apa- apa lagi. Bram sempat berfirasat buruk tetapi ia mencoba untuk menepisnya. Hingga musibah itu terjadi. Bram juga terpukul. Tapi ia lebih terpukul melihat Raina yang kehilangan semangat hidupnya.
Ø
Bram tidak sanggup melihat wanita yang dicintainya hancur. Perlahan Bram mulai membantu Raina untuk bangkit. Raina memang kembali menjalani aktivitas normalnya yang segudang. Namun ada satu yang tak kembali. Perasaan dan cinta. Semua dijalani Raina dengan datar.
Bram yakin usaha kerasnya akan berbuah hasil. Lima tahun kemudian, saat Bram melamar Raina, wanita itu menerimanya padahal Bram tahu wanita itu tidak mencintainya. Itu hanya bentuk ucapan terima kasih Raina sekaligus karena Raina ingin memenuhi harapan kedua orang tuanya. Tetapi tidak masalah bagi Bram. Dengan Raina berada di sampingnya dan ia bisa menjaga Raina, itu sudah lebih dari cukup.
Ø
Tahun berganti. Perasaan Raina masih tetap untuk Awan. Terkadang, Bram iri dengan hujan yang mendapat perhatian Raina. Menyatu dengan wanita itu. Berbeda dengan Bram yang tidak mendapat tempat di hati istrinya.

Kepada hujan
Awalnya diriku merasa sanggup
Meraih cinta yang telah lama kutunggu
Namun beribu kali kau datang dan pergi
Beribu kali pula diriku kecawa
Ia lebih memilihmu
Tapi aku akan terus bertahan
Bukankah cinta selalu menunggu?

Ya, Bram tetap pada pendiriannya. Menunggu hingga hati Raina terbuka untuknya. Mungkin tidak sekarang. Mungkin suatu saat nanti. Ia yakin, semua akan indah pada waktunya.