gelembungcerita

Sebuah Jurnal

SELAMAT TAHUN BARU….!!!

 

Spot ngopi pertama di 2022

Sebuah pencapaian masih bisa menginjak 2022 ini. Saya bersyukur di tengah- tengah kondisi yang serba tak menentu ini, Tuhan masih memberikan kesempatan saya untuk menghirup oksigen gratis, mencecap rasa, dan menuangkannya ke dalam karya- karya kecil yang saya harapkan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

 

Banyak kejadian luar biasa sepanjang 2021 dan tentu saja kebanyakan tidak mulusnya. Saya berterima kasih kepada orang terdekat saya, keluarga saya, yang tidak putus- putusnya mendoakan dan mendukung saya. Kepada sahabat dan orang- orang yang datang silih berganti dalam hidup saya, semuanya mengajarkan saya dengan begitu baik.

 

Semoga di tahun yang baru ini, kita senantiasa diberikan kesehatan dan berkat. Semoga di tahun yang baru ini kita menjadi lebih kuat untuk melangkah maju. Tuhan memberkati.

[MEDAN] CAFEKOPI @ CANTIKAYU

Desember adalah bulan favorit saya karena ada perayaan Natal. Mall dan café jadi keren banget. Kalau pun nggak keluar rumah, ada film bertemakan Natal yang menemani dan bikin hati jadi hangat. Karena sudah mendekati Natal, saya mulai mencari beberapa spot kece bernuansa Natal. Spot pertama yang disinggahi adalah Cafe Kopi yang berlokasi di showroom Cantikayu.

 

Sebelumnya sudah dapat info terlebih dulu dari teman yang duluan ke sana. Thanks Mak Jes buat racunnya. Kesan segar langsung menyapa saat tiba di depan Cantikayu. Berpot- pot tanaman dan satu set meja dan kursi kayu menghiasi area depan cafe. Auto adem di tengah teriknya siang.

 

Tambah adem lagi ketika melihat area yang didekorasi dengan hiasan Natal. Cakep banget sih ini. Tinggi pohon Natalnya mencapai 8 meter. Best spot-nya ya di sini. Di seberang pohon Natal raksasa ada juga rak penyimpanan wine yang sudah dipasangi hiasan Natal.

 


[MEDAN] Alligator Coffee and Roastery



Edisi ngopi kali ini agak beda karena harus RSVP dulu, minimal H-3 dan teman saya, Dewi, mereservasi jauh seminggu sebelum rencana kedatangan kami ke Alligator. Tentunya kami berdua super excited karena kedai kopi yang satu ini terlihat menjanjikan dan anti mainstream.

 

Hari yang ditunggu- tunggu pun tiba. Saya dan Dewi tiba sesuai dengan jam yang telah dipilih. Ya, tidak salah. Selain harus reservasi dulu, jam kunjungan per hari juga dibagi tiga. Kami memilih jam 12.00-14.30 di hari Sabtu.

 

[MEDAN] FILOSOFI KOPI



Kopi Tiwus menjadi salah satu menu kopi yang saya cari saat saya mampir ke kedai kopi ini. Efek penasaran setelah menonton filmnya. Dan setelah lama #dirumahaja, tahu- tahu Filosofi Kopi sudah buka di Medan dan ada dua cabang malah. Langsung mampir saat sudah berani untuk hopping.

Mampirnya ke Filkop yang di Adam Malik. Seperti biasa tim pagi kalau soal ngopi. Biar sepi dan berasa di kedai kopi pribadi. Ha ha. Pas banget timing-nya karena mereka baru ngebolehin dine in sejak dua minggu lalu. Lucky me.

 

[MEDAN] MUSE COFFEE


 

Hopping di kala cuti adalah salah satu aktivitas favorit saya kalau sedang tidak nge-trip ataupun mager. Iya, saya masuk ke dalam tim rebahan. Sejak kapan, tidak tahu. Ha ha. Kembali ke topik. Jadi di hari cuti ini, setelah mengurus beberapa keperluan dompet, saya melipir ke salah satu kedai kopi yang masih tergolong baru di kota Medan.


Jalan empat bulan, ci,” tutur sang barista saat saya bertanya.


Saya tidak menaruh ekspektasi apa- apa karena awalnya hanya berencana untuk foto- foto sambil ngeblog. Laptop juga sudah siaga di tas. Mari berangkat!

[MEDAN] HALIFAX COFFEE CORRIDOR



Nggak terasa sudah hampir dua tahun jadi langganan kedai kopi ini. Walau ini baru kali kedua kemari, karena kebanyakan pesannya dari aplikasi pengantaran online. Kali pertama waktu ada acara keluarga di sekitar Halifax dan berhubung sudah tidak ada kegiatan lain, jadi saya coba mampir ke sini. Itulah awal perkenalan saya dengan Halifax.


[MEDAN] THE BREWING SPACE



Kyaaaaaa…..!

Maaf di awal- awal sudah teriak saja. Habisnya sesenang itu. Setelah 559 hari tidak duduk ngopi ataupun ngeblog di kedai orang, akhirnya saya memberanikan diri untuk ngopi lagi. Agak berbeda, biasanya jam ngopi bisa suka- suka, sekarang saya ngopinya selalu trip pertama. Jadi cari tahu dulu bukanya jam berapa, di saat itulah saya datang. Menghindari keramaian. Parno berlebihan? Ya pertimbangan masing- masing lah ya.


Sebelumnya sudah ngincar- ngincar kedai kopi mana saja yang akan dikunjungi. Belakangan semakin banyak pilihan kedai kopi di Medan. Senang banget. Untuk kali pertama, saya memutuskan untuk hopping ke tiga kedai kopi yang ada di satu area. Yuk!