gelembungcerita

Sebuah Jurnal

Explore Bintan with Babalovetrip and Stay at Babahouse Super Homey B&B



Awal rencana jalan ke Bintan itu berdua Mama. Secara kami berdua nggak bisa nyetir, saya memutuskan untuk menggunakan jasa guide selama di Bintan. Kali ini private trip dong ya. Nggak jadi berdua, jadinya bertiga sama adik saya juga ikut. Cari kali cari, ketemulah akun Instagram si Baba di @babalovetrip.

Salah satu pojok di Babahouse
Percaya gitu saja? Enggak juga tapi dalam hati berkata, coba aja. Kalau nggak dicoba nggak tahu kan. Melihat beberapa foto yang di-tag ke mereka, sepertinya aman. Kami juga nggak menaruh ekspektasi tinggi, apalagi waktu komunikasi sama Baba, kok sepertinya santai banget ya (belakangan saya baru tahu ternyata penduduk Tanjungpinang ya begitu, he he..)

Anchor Café and Roastery di Persinggahan

dari samping cafe

Saya adalah salah satu orang yang setuju kalau nongkrong dan nulis itu paling enak ya di kedai kopi. Saat saya, adik, dan Mama transit di Batam pun, yang pertama dicari ya kedai kopi atau kafe yang menyediakan menu kopi yang cocok di lidah kami. Sebelum berangkat, saya sudah browsing dulu dan pilihan jatuh ke Anchor Café and Roastery.


Menginap di Grand Mutiara Hotel Berastagi


Berastagi biasanya menjadi salah satu alternatif liburan bagi warga Medan. Selain jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, jalan- jalan dan menginap barang satu atau dua malam di sini juga bikin fresh. Kalau nggak macet, satu setengah jam-an bermobil dari rumah sudah bisa sampai Berastagi.
Hotel Grand Mutiara - foto diambil dari area kolam renang
Waktu itu kami berangkat dari Taman Simalem Resort dan sedang nggak macet. Sampai di Berastagi juga lempang saja. Mungkin lebih banyak warga yang keluar negeri kali ya. Satu jam lebih sudah sampai.
check in dulu, betewe itu bukan barang bawaan kami. Saya sendiri hanya bawa baju ganti yang ditaruh di kresek (jangan ditiru)
sumber sinyal wifi

Mengisi Waktu Transit : Skybox KL Tower Yuk !

View menara kembar dari Skydeck

Setelah dapat tiket KUL-MLE dari maldiveshemat, saya langsung pesan tiket pesawat ke Kuala Lumpur. Nggak pakai lama karena takut harga tiket keburu naik. Tapi ya itu, risiko pesan jauh hari, rescheduled flight. Kalau sudah begitu, penumpang bebas pilih jam pulang yang baru. Saya pilih penerbangan malam saja biar bisa main ke kota secara kami tiba dari Male jam lima subuh.

Skydeck

KLIA2 Luggage Storage: Solusi Transit Untuk Jalan- Jalan Nyaman


Sebagai backpacker  yang nggak mau rugi waktu, saya dan teman saya memanfaatkan waktu transit sebelum bertolak ke Male. Kami memilih penerbangan jam tujuh pagi. Sementara penerbangan ke Male dari Kuala Lumpur jam tujuh malam. Masih ada waktu 12 jam. Dikurang cap paspor, ngantre, dan sebagainya, masihlah 10 jam lebih.

Lokasi Luggage Storage mudah dijangkau. Posisinya di seberang Garrett, sederetan Jaya Grocer

Menginap di Arena Lodge Sky Maafushi



Arena Lodge Sky merupakan salah satu dari sekian banyak hotel dan akomodasi yang terdapat di Maafushi. Lalu mengapa kami memilih Arena Lodge Sky? Jawabannya sederhana: karena hotel ini yang disediakan oleh pihak trip dan lebih murah ketimbang Arena Beach yang langsung menghadap Bikini Beach.

Kamarnya standar namun cukup luas. Masih bisa duduk- duduk di lantai. Ada TV, lemari, juga meja dan kursi. Untuk kamar mandinya sendiri bersih. Perlengkapan mandinya lumayan lengkap, mulai dari sabun, shampo, dan lotion. Shower cap-nya yang nggak ada. Bagi yang tidak bawa hairdryer karena ransel tidak muat, tenang saja. Bisa pinjam kok di sini.

Male: Sebuah Penutup



Sisa siang kami di Maladewa dihabiskan dengan mengunjungi Male, ibukota Maladewa. Pukul dua siang kami bertolak dari Maafushi dengan speedboat dari hotel. Selamat tinggal, Maafushi. Semua tas bawaan kami, kami tinggal di hotel karena pihak hotel yang akan mengantarkannya langsung ke bandara.



Male panas juga. Entah karena sudah jemuran dua hari ini atau memang lebih panas, saya mulai cenat cenut. Tapi ditahan aja, eksplorasi hari terakhir nih! Di Male, kami berkeliling kota dengan berjalan kaki. Berjalan melewati rumah presiden, rumah dinas, dan juga Male’ Friday Mosque Complex, satu- satunya masjid yang dibangun dari karang. Sambil bertukar cerita tentunya.