gelembungcerita

Sebuah Jurnal

Male: Sebuah Penutup



Sisa siang kami di Maladewa dihabiskan dengan mengunjungi Male, ibukota Maladewa. Pukul dua siang kami bertolak dari Maafushi dengan speedboat dari hotel. Selamat tinggal, Maafushi. Semua tas bawaan kami, kami tinggal di hotel karena pihak hotel yang akan mengantarkannya langsung ke bandara.



Male panas juga. Entah karena sudah jemuran dua hari ini atau memang lebih panas, saya mulai cenat cenut. Tapi ditahan aja, eksplorasi hari terakhir nih! Di Male, kami berkeliling kota dengan berjalan kaki. Berjalan melewati rumah presiden, rumah dinas, dan juga Male’ Friday Mosque Complex, satu- satunya masjid yang dibangun dari karang. Sambil bertukar cerita tentunya.

Resort Visit ke Olhuveli Beach and Spa

The Four Spices di Olhuveli

Kalau biasanya cuma bisa ngelihatin foto resort mewah di media sosial, kali ini kesampean juga datang langsung. Walaupun nggak menginap, puas juga karena fasilitas- fasilitasnya bisa kita nikmati selama seharian, kecuali pijat dan spa ya. Dua itu berbayar.

Agenda di hari ketiga ini bebas. Peserta trip bisa ambil paket resort visit ataupun mau tetap di Maafushi saja juga boleh. Kami memilih untuk resort visit dong pastinya. Kapan lagi coba? Nggak kalah seru dari aktivitas lainnya, teman- teman yang datang ke Maldives wajib coba main ke salah satu resort  yang ada di sini. Kami pilihnya ke Olhuveli Beach and Spa. Biayanya dua juta rupiah sekali visit.

Kali Pertama Snorkeling dan Piknik di Sandbank

Aktivitas di hari kedua di Maldives adalah snorkeling ke dua spot dan main ke sandbank. Waktu baca di itinerary bakalan ada snorkeling, saya sudah galau duluan, secara nggak bisa berenang. Dari hasil tanya- tanya ke oom Google, katanya bisa, snorkeling tanpa harus bisa renang. Teman- teman saya juga bilang kalau snorkeling itu kan pakai pelampung, jadi sayanya nggak usah takut.


Snorkeling di Turtle Reef

Dan bener. Awalnya saya ragu pas mau turun. Sayang dong tapi, sudah sampai ke sini masak nggak turun dan coba hal baru. Akhirnya turun dan seru banget ternyata ya. Snorkelingnya ke dua spot, Biyadhoo sama Turtle Reef. Pas di spot kedua saya udah nyerah deh, turunnya bentar banget habis itu naik.

Pagi di Maafushi



Salah satu kebiasaan kalau lagi liburan di tempat baru adalah bangun otomatis. Kalau hari kerja itu dibanguninnya susah banget, beda kalau liburan. Alarm bunyi, nggak pakai snooze, langsung matikan. Bangun, cuci muka, mandi, dan siap sudah untuk jalan.

Karena masih pagi, saya dan mbak Viness memutuskan untuk jalan- jalan keliling di sekitaran hotel. Di Maafushi, teman- teman bisa menemukan banyak hotel ataupun cottage. Rata- rata hotelnya di tepi pantai dan dekat dengan dermaga.

Liburan Ke Maldives Mahal? Big No No !!



Loe liburan ke Maldives???
Begitulah pertanyaan yang terlontar setelah teman- teman kantor pada sibuk bertanya kemana saja saya sampai wajah saya gosong begitu. Dan yah, bisa ditebak, pertanyaan- pertanyaan lain seputar wah-nya liburan ke Maldives yang kelihatannya memakan budget besar itu muncul.


Jadi, mahal? Enggak. Sebelas juta masih bersisa. Caranya? Ikutan open trip dong ya. Bermula dari Mbak Lilis yang ngajakin ke Maldives, bayangan laut biru nun jauh di sana langsung muncul. Ayok aja. Setelah cuti disetujui, langsung deh ngurus pembayaran DP dan segala macem. Mbak Lis bagian cari operatornya, saya bagian kontak dan pembayaran.

Our first trip

Ini open trip pertama kami, juga kali pertama saya traveling bareng si mbak dan temannya, Mbak Viness. Kami pilihnya Maldiveshemat dan nggak salah pilih. Recommended bangett..! Harganya masih terjangkau kantong kami yang nabung dari sisa- sisa gaji yang tidak seberapa ini *drama* dan nggak makan cuti banyak karena trip dimulai dari hari Jumat dan berakhir di hari Senin. Itinerary-nya nggak padat jadi bisa lebih santai.

38 Coffee Lab, Si Minimalis dengan Sudut Monokrom



Selesai bimbingan, saatnya bikin mata melek lagi dengan hunting kopi dan juga tempat yang enak buat nongkrong. Jadilah saya ngojek ke kedai kopi yang terletak nggak terlalu jauh dari kampus ini. Dengan polos si abang bilang nggak tahu jalan dan saya yang diminta untuk buka peta, akhirnya sampai juga di kedai kopi simple ini.

Caramel Brulee Latte
Pilihan menu kopinya cukup bervariasi dan saya galau mau minum apa.  Caramel Brulee Latte menjadi pilihan saya untuk siang ini. Kopinya nikmat dengan karamel yang kriuk- kriuk (eh, bener nggak sih sebutannya kriuk- kriuk, jadi berasa kayak kerupuk). Rasanya sudah pas tanpa perlu saya tambahkan gula.
suasana lantai 1

Mitsui Outlet Park KLIA Sepang


Beberapa kali traveling ke Kuala Lumpur, ini kali pertama saya mendarat di KLIA 1, karena biasanya naik si merah itu mendaratnya selalu di KLIA2. Masih ada jeda transit hampir tiga jam sebelum balik ke Medan. Rencananya sih mau cari makan dulu karena dapat info dari adik saya bisa naik kereta bandara yang nganter kita ke food court-nya. Cuma karena saya masih asing dan di sana juga sepi banget , jadilah naik turun lift dan berakhir dengan menunggu free shuttle bus ke Mitsui Outlet Park. Nunggunya di level 1 ya, kawan.


Mitsui Outlet Park ini merupakan mall yang berada di kawasan Sepang. Jaraknya dekat dengan bandara, baik dari KLIA ataupun KLIA2. Walau nggak kuat kalau jalan kaki ke sana. He he. Toko- toko di mall ini rata- rata dari brand menengah ke atas.

Pastinya ada food court di lantai dua. Karena waktu itu kami hanya sebentar di sini, saya take away nasi ayam saya dan nggak sempat foto banyak- banyak. Yang mau ngopi ada Starbucks juga di pojokan.


Lumayan lah walau masih lebih enak jajan- jajan di Getaway KLIA2. Yang lagi di KLIA2 dan mau coba ke sini, bisa juga. Naik shuttle bus-nya saja. Selamat mencoba dan sampai jumpa di liburan selanjutnya ^^

Dokumentasi dengan Xiao Mi Redmi 4 Prime