gelembungcerita

Sebuah Jurnal

The Habitat Penang Hill


Penang Hill selalu masuk dalam daftar yang harus dikunjungi bagi sebagian turis. Menikmati keindahan kota Penang dari ketinggian, menaiki Kereta Bukit Bendera yang selalu di-upgrade sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman ini, menjadi daya tarik tersendiri. Namun kami punya rencana lain setelah tiba di Bukit Bendera: The Habitat.

Area masuk
The Habitat termasuk spot baru yang ada di Bukit Bendera. Tiket masuk bisa dibeli langsung ataupun melalui aplikasi. Harga tiketnya sendiri ada dua jenis, tergantung jam masuknya. Untuk jam masuk sebelum jam enam sore (Standard Walk), pengunjung dikenakan tari RM50. Waktu itu kami beli dari Traveloka dapetnya di 120ribu-an. Jauh lebih murah dan tiketnya bisa digunakan langsung. FYI, setiap beli tiket dari aplikasi, pastikan untuk selalu cek ketentuan penggunaan tiket ya, karena setiap tiket yang berbeda tempatnya memiliki ketentuan yang berbeda. Ada yang tiketnya harus dicetak ataupun harus menunggu 1x24jam dulu baru bisa dipakai.

Apollo Inn - Georgetown, Penang


Apollo Inn merupakan hotel pertama dari tiga hotel yang akan kami coba. Jadi saya review Apollo dulu ya. Berlokasi di Jalan Sungai Ujong, hotel ini dekat dengan Komtar. Jalan kaki tiga menit sampai. Lokasinya juga tidak sulit ditemukan karena satu jalan dengan Kimberley Hotel yang bisa terlihat dari pintu masuk samping Prangin Mall.

Sudah sore sewaktu kami tiba di Apollo. Resepsionis yang ramah membantu kami menyelesaikan proses check in dengan cepat dan kami pun bisa segera masuk ke kamar. Ada lift jadi tidak perlu khawatir. Kami memesan kamar untuk tiga orang. Dapatnya di harga 400ribu-an waktu pesan. Tidak perlu khawatir jika kamu solo, ada dorm dengan harga mulai dari 150ribu-an.

Diamond Plaza Hotel Hatyai


Salah satu alasan memilih menginap di hotel ini adalah karena lokasinya yang strategis (gampang cari makan, van juga bisa drop off dan pick up di sini) selain daripada saya ngikut rekomendasi saja. Dengan budget di bawah lima ratus ribu per malam, sudah dapat kamar nyaman dan bersih. Tapi kalau mau cari yang instagrammable, kurang cocok ya di sini.

Kamarnya tidak bisa dibilang nggak update walaupun tidak bisa dibilang jadul. Untuk perlengkapan mandinya ada sabun batangan dan shampoo bungkusan. Tidak ada shower cap dan dental kit. Sandal hotel tidak tersedia tetapi ada laundry bag dan sanitary bag.

[3/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

7. Samila Beach
Ngantre yang mau foto bareng mermaid di Samila. Ikonnya nih...
Ini dia pantai paling hits se-Hat Yai. Dengan patung putri duyung yang ikonik, tempat ini selalu ramai pengunjung. Kami tidak lama di sini, hanya setengah jam-an. Area pantainya bersih dan banyak orang berjualan di sini, baik makanan ataupun suvenir.

setiap spot cocok dijadikan area foto.
Saya sendiri sangat menyukai gantungan kerang yang  dijual dan membeli untuk digantung di rumah. Harganya mulai dari THB20 hingga THB350. So cute!

[2/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

4. The Great Serpent 'Nag'

The Great Serpent 'Nag'
Jika Singapura punya Merlion, maka Songkhla punya Nag. Nag merupakan makhluk laut berwujud naga yang sangat dihormati oleh warga Songkhla. Air yang disemburkan oleh Nag dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran, menyucikan segala cela yang berdampak pada keseimbangan hidup manusia. 


Naik feri dulu
Untuk sampai ke tempat ini bisa full lewat jalan darat ataupun naik feri. Uncle membawa kami naik feri, walau hanya sebentar saja karena tak jauh. Agar kami bisa mencoba hal baru dan menghirup udara segar, begitu kata uncle. Kami juga bertemu dengan gadis kecil penjual mangga muda yang gigih.

[1/3] Sehari di Songkhla : Bisa lho ke Banyak Tempat

Kami dibawa berkeliling oleh P Boon (dilafalkan Pi Bun). Karena di itinerary saya tidak begitu banyak tempat, uncle merekomendasikan daftar tempat yang bisa kami pilih. Mulai dari sarapan hingga tempat pemberhentian kami yang terakhir, total ada sepuluh tempat yang kami kunjungi pada hari itu. Wow! Ke mana saja?

  1. Dimsum in Garden
           


Dari namanya, tempat ini belum pernah saya dengar sebelumnya, baik dari orangtua saya ataupun rekomendasi beberapa traveller lainnya. Dan memang yang makan di sini warga lokal semua dan ramai banget. Dimsumnya bervariasi, tinggal pilih mau yang mana. Tersedia juga menu berat, hanya saja kami memilih menu dimsum semua. Sambil makan, uncle mulai bertanya pada kami rencana perjalanan kami pada hari itu, diselingi dengan cerita pengalaman  uncle dan sisipan pelajaran kosakata dalam bahasa Thai. Seru!



Aktivitas sarapan ini opsional ya, teman- teman. Sehari sebelum menjemput kami, uncle sudah bertanya apakah kami mau dijemput untuk sekalian sarapan atau mau setelah kami sarapan.

Super Recommended Tuktuk Rental: P Boon – Service from Heart

Jalan ke satu tempat yang berbeda bahasa dan tidak ada transportasi umumnya menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para traveller. Nggak ketemu moda transportasi yang pas, akhirnya pos pengeluaran membengkak di bagian transportasi.

Di Hat Yai sendiri belum terlihat adanya bus umum. Baik warga ataupun turis masih banyak menggunakan jasa Tuktuk sebagai transportasi mereka sehari- hari. Dengar dari pengalaman, katanya bisa dapat harga mahal kalau nggak jago nawar. Lalu mulailah saya mencari tahu dan ketemu beberapa postingan yang merekomendasi P Boon.