gelembungcerita

Sebuah Jurnal

38 Coffee Lab, Si Minimalis dengan Sudut Monokrom



Selesai bimbingan, saatnya bikin mata melek lagi dengan hunting kopi dan juga tempat yang enak buat nongkrong. Jadilah saya ngojek ke kedai kopi yang terletak nggak terlalu jauh dari kampus ini. Dengan polos si abang bilang nggak tahu jalan dan saya yang diminta untuk buka peta, akhirnya sampai juga di kedai kopi simple ini.

Caramel Brulee Latte
Pilihan menu kopinya cukup bervariasi dan saya galau mau minum apa.  Caramel Brulee Latte menjadi pilihan saya untuk siang ini. Kopinya nikmat dengan karamel yang kriuk- kriuk (eh, bener nggak sih sebutannya kriuk- kriuk, jadi berasa kayak kerupuk). Rasanya sudah pas tanpa perlu saya tambahkan gula.
suasana lantai 1

Mitsui Outlet Park KLIA Sepang


Beberapa kali traveling ke Kuala Lumpur, ini kali pertama saya mendarat di KLIA 1, karena biasanya naik si merah itu mendaratnya selalu di KLIA2. Masih ada jeda transit hampir tiga jam sebelum balik ke Medan. Rencananya sih mau cari makan dulu karena dapat info dari adik saya bisa naik kereta bandara yang nganter kita ke food court-nya. Cuma karena saya masih asing dan di sana juga sepi banget , jadilah naik turun lift dan berakhir dengan menunggu free shuttle bus ke Mitsui Outlet Park. Nunggunya di level 1 ya, kawan.


Mitsui Outlet Park ini merupakan mall yang berada di kawasan Sepang. Jaraknya dekat dengan bandara, baik dari KLIA ataupun KLIA2. Walau nggak kuat kalau jalan kaki ke sana. He he. Toko- toko di mall ini rata- rata dari brand menengah ke atas.

Pastinya ada food court di lantai dua. Karena waktu itu kami hanya sebentar di sini, saya take away nasi ayam saya dan nggak sempat foto banyak- banyak. Yang mau ngopi ada Starbucks juga di pojokan.


Lumayan lah walau masih lebih enak jajan- jajan di Getaway KLIA2. Yang lagi di KLIA2 dan mau coba ke sini, bisa juga. Naik shuttle bus-nya saja. Selamat mencoba dan sampai jumpa di liburan selanjutnya ^^

Dokumentasi dengan Xiao Mi Redmi 4 Prime

One Night Stay @ JW Marriot Medan

Lobi hotel

Gong Xi Fa Cai bagi teman- teman yang merayakan. Hari kedua Imlek jatohnya di weekend gini, jadi nggak ngantor plus kuliah diliburkan. Yeeeii^^ Karena lagi santai, saya teringat mau ngepost tentang akomodasi yang ada di Medan, salah satunya hotel tempat saya menginap pertengahan tahun 2017. Nggak salah, pertengahan tahun lalu.


But, better late than never. Review ini bukan  hasil endorse tapi juga nggak bayar sendiri. Jadi review ini dari pengalaman saya dan tim saya selama menginap di JW Marriot Medan sewaktu ada acara kantor.

8D7N Siem Reap – Ho Chi Minh – Hanoi Budgeting

Sebagai traveller dengan banyak pertimbangan, mau yang murah tapi nggak ribet, mau yang enak tapi nggak mahal, mau waktu singkat tapi komplit, jadilah liburan tiga kota ini terbentuk dan terjalani. Pastinya plus minus karena waktunya terbatas. Tapi seru karena dapat banyak pengalaman dan moment baru.

Berikut ini saya share rangkuman biaya perjalanan saya selama delapan hari itu. Keseluruhannya itu biaya untuk satu orang. Hanya biaya transportasi, tur, dan hotel. Kenapa makanan dan suvenir enggak? Karena itu tergantung masing- masing traveller dan selera juga beda- beda kan. Jadi untuk makan, bervariasi. Bagi traveller yang nggak hobi kulineran, makan seadanya rasanya sudah cukup, ataupun makan di restoran siap saji di dekat hotel juga oke, tapi beda lagi bagi traveller yang hobi kulineran juga. Budgetnya pasti beda lagi.

Bus No 86 to Noi Bai International Airport


Pagi itu saya bangun dengan malas. Agak berat rasanya karena liburan sudah akan berakhir. Pakaian dan perlengkapan sudah kami bereskan kemarin sebelum tidur. Tinggal mandi dan melakukan proses check out.

Thank you, Hanoi Old Centre :)
Karena masih pagi dan kami sudah akan berangkat ke bandara, sarapan kami dibungkus oleh pihak hotel. Kami memilih naik bus menuju bandara dari terminal Long Bien. Teringat pertama kali turun di Long Bien dalam kondisi yang kurang bersahabat, kali ini saya memesan taksi online untuk mengantarkan kami ke Long Bien.

Ngeblog Manis di Links Café

Liburan singkat dan nggak kemana- mana memang enaknya ngeblog. Terlebih postingan trip saya yang lalu belum juga selesai- selesai, dimulai dari edit foto sampai dengan menyusun kontennya. Karena pengin mencoba suasana baru, saya mencoba membuka aplikasi promo langganan saya dan menemukan Links Café. Dilihat dari Instagramnya, lumayan oke.

Outodoor area

Saya tidak menaruh ekspektasi tinggi. Setelah selesai mengerjakan beberapa pekerjaan di rumah, saya berangkat ke Links. Kafe masih sepi saat saya tiba. Dan memang nggak mengecewakan. Didominasi oleh warna pastel membuat mata nyaman memandang. Apalagi dekorasinya juga oke, jadi langsung klik sama kafe yang satu ini.

Interior Links
Tempat ngetik favorit

Saya mengambil tempat di bawah tangga yang cute menurut saya dan duduk di sana selama beberapa jam ke depan. Kopinya juga lumayan. Saya pesan Caramel Machiato, walaupun karamel yang digunakan itu salted caramel, jadi ada rasa asinnya.

Menikmati Hoan Kiem di Akhir Pekan



Tiga hari di Hanoi rasanya kurang puas. Hari pertama dihabiskan untuk main ke Ha Long Bay. Hari keduanya kami eksplor West Lake. Sorenya saat sudah di kamar hotel, baru teringat, tempat paling awal dan paling dekat yang ingin didatangi justru kelupaan. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Masih ada Ngoc Son Temple (Temple of the Jade Mountain) di Hoan Kiem Lake yang ingin dikunjungi.

Ngoc Son Temple

Huc Bridge - Hoan Kiem
Maka, saya dan Papa pun langsung keluar hotel lagi karena takut kesorean. Kuil masih ramai. Sayangnya kartu pelajar saya ada di tas yang saya tinggal di kamar hotel. Jadi tidak dapat harga pelajar. Ngoc Son Temple terletak di sebuah pulau kecil di bagian utara Hoan Kiem Lake.

Gerbang menuju Huc Bridge
Turtle Tower nun jauh di sana
Zoom in dulu biar bisa melihat lebih dekat Turtle Towe
Pengunjung yang masuk ke kuil wajib memakai pakaian sopan. Di seberang loket penjualan tiket terdapat loket untuk meminjam jubah berlengan panjang yang bisa dipinjam oleh pengunjung untuk masuk ke dalam kuil. Kuil ini tidak besar, hanya saja di bagian dalamnya, pengunjung bisa memandangi Hoan Kiem Lake dan Turtle Tower dari kejauhan. Selain untuk sembahyang, di dalam kuil juga terdapat spesimen kura- kura raksasa yang menjadi simbol di area Hoan Kiem ini.