gelembungcerita

Sebuah Jurnal

Menginap di Grand Mutiara Hotel Berastagi


Berastagi biasanya menjadi salah satu alternatif liburan bagi warga Medan. Selain jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, jalan- jalan dan menginap barang satu atau dua malam di sini juga bikin fresh. Kalau nggak macet, satu setengah jam-an bermobil dari rumah sudah bisa sampai Berastagi.
Hotel Grand Mutiara - foto diambil dari area kolam renang
Waktu itu kami berangkat dari Taman Simalem Resort dan sedang nggak macet. Sampai di Berastagi juga lempang saja. Mungkin lebih banyak warga yang keluar negeri kali ya. Satu jam lebih sudah sampai.
check in dulu, betewe itu bukan barang bawaan kami. Saya sendiri hanya bawa baju ganti yang ditaruh di kresek (jangan ditiru)
sumber sinyal wifi

Mengisi Waktu Transit : Skybox KL Tower Yuk !

View menara kembar dari Skydeck

Setelah dapat tiket KUL-MLE dari maldiveshemat, saya langsung pesan tiket pesawat ke Kuala Lumpur. Nggak pakai lama karena takut harga tiket keburu naik. Tapi ya itu, risiko pesan jauh hari, rescheduled flight. Kalau sudah begitu, penumpang bebas pilih jam pulang yang baru. Saya pilih penerbangan malam saja biar bisa main ke kota secara kami tiba dari Male jam lima subuh.

Skydeck

KLIA2 Luggage Storage: Solusi Transit Untuk Jalan- Jalan Nyaman


Sebagai backpacker  yang nggak mau rugi waktu, saya dan teman saya memanfaatkan waktu transit sebelum bertolak ke Male. Kami memilih penerbangan jam tujuh pagi. Sementara penerbangan ke Male dari Kuala Lumpur jam tujuh malam. Masih ada waktu 12 jam. Dikurang cap paspor, ngantre, dan sebagainya, masihlah 10 jam lebih.

Lokasi Luggage Storage mudah dijangkau. Posisinya di seberang Garrett, sederetan Jaya Grocer

Menginap di Arena Lodge Sky Maafushi



Arena Lodge Sky merupakan salah satu dari sekian banyak hotel dan akomodasi yang terdapat di Maafushi. Lalu mengapa kami memilih Arena Lodge Sky? Jawabannya sederhana: karena hotel ini yang disediakan oleh pihak trip dan lebih murah ketimbang Arena Beach yang langsung menghadap Bikini Beach.

Kamarnya standar namun cukup luas. Masih bisa duduk- duduk di lantai. Ada TV, lemari, juga meja dan kursi. Untuk kamar mandinya sendiri bersih. Perlengkapan mandinya lumayan lengkap, mulai dari sabun, shampo, dan lotion. Shower cap-nya yang nggak ada. Bagi yang tidak bawa hairdryer karena ransel tidak muat, tenang saja. Bisa pinjam kok di sini.

Male: Sebuah Penutup



Sisa siang kami di Maladewa dihabiskan dengan mengunjungi Male, ibukota Maladewa. Pukul dua siang kami bertolak dari Maafushi dengan speedboat dari hotel. Selamat tinggal, Maafushi. Semua tas bawaan kami, kami tinggal di hotel karena pihak hotel yang akan mengantarkannya langsung ke bandara.



Male panas juga. Entah karena sudah jemuran dua hari ini atau memang lebih panas, saya mulai cenat cenut. Tapi ditahan aja, eksplorasi hari terakhir nih! Di Male, kami berkeliling kota dengan berjalan kaki. Berjalan melewati rumah presiden, rumah dinas, dan juga Male’ Friday Mosque Complex, satu- satunya masjid yang dibangun dari karang. Sambil bertukar cerita tentunya.

Resort Visit ke Olhuveli Beach and Spa

The Four Spices di Olhuveli

Kalau biasanya cuma bisa ngelihatin foto resort mewah di media sosial, kali ini kesampean juga datang langsung. Walaupun nggak menginap, puas juga karena fasilitas- fasilitasnya bisa kita nikmati selama seharian, kecuali pijat dan spa ya. Dua itu berbayar.

Agenda di hari ketiga ini bebas. Peserta trip bisa ambil paket resort visit ataupun mau tetap di Maafushi saja juga boleh. Kami memilih untuk resort visit dong pastinya. Kapan lagi coba? Nggak kalah seru dari aktivitas lainnya, teman- teman yang datang ke Maldives wajib coba main ke salah satu resort  yang ada di sini. Kami pilihnya ke Olhuveli Beach and Spa. Biayanya dua juta rupiah sekali visit.

Kali Pertama Snorkeling dan Piknik di Sandbank

Aktivitas di hari kedua di Maldives adalah snorkeling ke dua spot dan main ke sandbank. Waktu baca di itinerary bakalan ada snorkeling, saya sudah galau duluan, secara nggak bisa berenang. Dari hasil tanya- tanya ke oom Google, katanya bisa, snorkeling tanpa harus bisa renang. Teman- teman saya juga bilang kalau snorkeling itu kan pakai pelampung, jadi sayanya nggak usah takut.


Snorkeling di Turtle Reef

Dan bener. Awalnya saya ragu pas mau turun. Sayang dong tapi, sudah sampai ke sini masak nggak turun dan coba hal baru. Akhirnya turun dan seru banget ternyata ya. Snorkelingnya ke dua spot, Biyadhoo sama Turtle Reef. Pas di spot kedua saya udah nyerah deh, turunnya bentar banget habis itu naik.