Sebuah Jurnal

Stephouse Jogja : BnB Rasa Rumah Sendiri

Hola! Selamat Tahun Baru bagi kita semua. Senang sekali 2018 lalu menjadi tahun yang menyenangkan bagi gelembungcerita. Banyak tempat baru, cerita baru, dan teman baru. Semoga 2019 ini gelembungcerita bisa lebih baik lagi. Amin. Liburan terakhir di 2018 juga menyisakan ceritanya sendiri. Salah satunya adalah itinerary yang lari kemana- mana. Sedih sebenarna, tapi ya sudahlah. Let's just have fun!

Rencana menghabiskan liburan anti cuti dimulai lagi. Kali ini mainnya ke Semarang. Singgah dulu ke Yogyakarta satu malam karena si kawan mau nonton Raminten  Cabaret Show (terakhir pada ngga jadi semua). Setelah THR cair, di saat orang sibuk belanja, saya sibuk belanja juga, belanja tiket pesawat.

This is Stephouse 
Tiket pesawat aman. Saatnya cari tempat buat nginap. Setelah browsing ke sana kemari, kami memilih menginap di Stephouse. Dilihat dari review dan foto- fotonya sih oke ya. Teman- teman bisa pesan melalui AirBnB ataupun kalau yang tidak punya kartu kredit, bisa juga dengan pesan dilanjutkan dengan pembayaran manual dari luar aplikasi AirBnB.  

            

Dari bandara ke Stephouse tidak terlalu jauh. Karena pesawat yang kami tumpangi tidak delay, kami tiba sebelum jam dua siang. Yakin bahwa rumah yang kami masuki adalah Stephouse, kami memasukkan password kunci pintu seperti yang sudah dikirimkan oleh host kami. Saat kami hendak naik ke lantai 2, Mbak Hana muncul dan menyambut kami.

Seperti orang Jogja yang pernah saya temui, Mbak Hana sama ramahnya. Siap membantu pula. Kami juga diizinkan check in terlebih dahulu ke satu kamar yang sudah ready. Sementara kamar yang satunya lagi belum siap karena kami tiba lebih cepat.


Kesan pertamanya, kami langsung suka. Kamarnya nyaman dan ruangan lainnya juga sama nyamannya. Kamarnya saya pesan dua, dengan dua model yang berbeda. Dua- duanya dengan kamar mandi dalam. Sabun dan sampo tersedia. Handuk dan hairdryer tidak tersedia. Jika teman- teman tidak bawa, bisa sewa di Stephouse seharga Rp 25.000,- untuk handuk dan Rp 20.000,- untuk hairdryer.

Kamarnya didesain minimalis.

Setelah meletakkan barang, istirahat sebentar sambil ngisi baterai gadget kami, kami jalan kaki ke Malioboro. Lumayan dekat teman- teman, hanya beberapa menit jalan kaki. Cocok deh nginap di sini. Nggak langsung  di pusat keramaian jadi nggak bising. Kalau mau keluar masuk naik taksi online juga gampang, pesan makanan juga. FYI, makan hanya boleh di ruang makan yang tersedia di dekat pantry. Dilarang makan di dalam kamar.

Datang rame- rame? Bisa banget. Ada kamar dengan model bunkbed, bisa masuk 4 orang. Jadi kalau nggak mau pisah kamar, ini saja. Kalau saya pribadi lebih rekomen kamar dengan double bed, lebih spacious, kala mau beberes koper lebih gampang.



Paling suka sama shared living room-nya yang di lantai 1, homey banget. Sambil duduk, bisa ketemu tamu lain, ngobrol, dan saling share pengalaman. Bakal balik nginap di sini lagi kalau main ke Malioboro.  

Stephouse Jogja
Jalan Gowongan Kidul No. 17
0815-6006-127
IG : stephouse.yk
Be First to Post Comment !
Post a Comment