Sebuah Jurnal

With(out) You

Ken heran saat aku mendorong kursi rodanya.
"Tenang. Aku sudah dapat izin dari dokter. Yuk!"
Kami menghabiskan waktu seharian sebelum Ken dioperasi besok. Ken pasien istimewa. Aku selalu merasa nyaman bersamanya. Ia selalu mencoba tegar di depanku padahal ia kesakitan melawan kanker di tubuhnya.
•••
Kami makan siang bersama, jalan- jalan tak jauh dari rumah sakit. Saat kembali ke kamarnya, Ken berkata, "terima kasih, May. Untuk waktu yang berharga ini. Aku tidak menyesal meski operasiku gagal. Aku sayang kamu."
Ken menggenggam tanganku. Erat dan hangat.
Esoknya Ken pergi secepat ia hadir dalam hidupku. Namun kenangan itu akan selalu ada di hatiku.
Be First to Post Comment !
Post a Comment