Sebuah Jurnal

Kepergianmu





Rama bergerak perlahan mendekati kekasihnya, Judith, dan berkata, “jangan menangis kasih. Tahukah kamu betapa aku sangat ingin kembali ke sisimu.”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Judith. Yang terdengar hanya isakan tangisnya dan tangisan langit yang sudah mulai membasahi  bumi.

“Kumohon sayang, jangan seperti ini. Pulanglah ke rumah. Hujan akan membuatmu jatuh sakit, ” pinta Rama.
Usaha Rama sia- sia. Judith masih tidak menghiraukan Rama. Pikirannya melayang- layang sendiri. Masih menangis. Ia bangkit berdiri setelah ibunya memayunginya dan membujuknya pulang. Lalu keduanya berjalan meninggalkan pusara yang berukirkan nama RAMA WIDIANTO. 
Be First to Post Comment !
Post a Comment